Translate

Kamis, 06 September 2018


RESENSI BUKU

A.    Identitas Buku
Judul buku            : Mendidik Anak ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder)
Pengarang             : A. Dayu P.
Penyunting            : Chrisna
Penerbit                 : JAVALITERA
Tahun terbit           : 2013
Jumlah halaman     : 122 halaman
ISBN                     : 978-602-98181-9-2

B.     Sinopsis Buku
Buku “Mendidik Anak ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) Hal-Hal yang Tidak Bisa Dilakukan Obat” yang ditulis oleh A. Dayu P. ini tidak hanya berisi bagaimana orang tua dan guru mendidik anak berkebutuhan khusus tetapi juga menjelaskan secara rinci tetang ADHD seperti definisi, tipe ADHD, sejarah ADHD, ciri dan gejala umum, masalah yang biasa dialami oleh anak ADHD, identifikasi ADHD, dan lain-lain. Selain itu, buku ini juga mengenalkan tentang anak berkebutuhan khusus. Pada buku ini terdapat dampak anak ADHD pada saudara kandung dan orang tua. Dalam buku ini juga ada beberapa ADHD parenting tips seperti bersikap positif dan tetap sehat, ajari anak cara berteman, bantu anak untuk makan dengan benar, dan masih banyak lagi. Buku “Mendidik Anak ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) Hal-Hal yang Tidak Bisa Dilakukan Obat ini sangat cocok untuk orang tua dan guru yang mempunyai anak atau murid yang menderita ADHD. Selain itu, buku ini juga cocok untuk remaja yang mungkin ingin belajar mendidik anak ADHD.

C.    Kelebihan dan Kekurangan Buku
Isi buku ini urut dan terperinci. Bahasa yang digunakan oleh pengarang juga mudah dipahami. Namun, cover buku ini kurang menarik dan kurang mendukung judul serta isi buku. Selain itu, masih terdapat beberapa kata asing yang mungkin kurang dipahami oleh pembaca.


Sumber :
Buku :
Mendidik Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Hal-Hal yang Tidak Bisa Dilakukan Obat

Jumat, 13 Maret 2015

Laporan tentang Hama dan Penyakit pada Tumbuhan

Hama dan Penyakit pada Tumbuhan
laporan Pengamatan Ilmu Pengetahuan Alam

 








   
 SMP Negeri 1 Pakem
      Tahun Ajaran 2013/2014

Nama     : Annisa Janatri Kusumaningrum
Kelas       : VIII A
Nomor    : 05

A.    Tujuan  :
1.      Mendata macam-macam hama dan penyakt pada tumbuhan.
2.      Menyebutkan bagian tumbuhan yang di serang dan cara menanggulangi.
3.      Menjelskan perbedaan hama dengan penyakit pada tumbuhan.
                             
B.     Langkah kerja   :
1.      Pergi ke kebun atau sawah terdekat di tempat tinggal.
2.      Mewawancarai petani yang ditemui untuk menanyakan jenis hama dan penyakit dan cara menanggulangi.
3.      Mencatat hasil wawancara dalam tabel pengamatan.

C.     Tabel pengamatan :

NO
Nama Hama
atau Penyakit
Nama
Tumbuhan
Bagian yang diserang
Cara Menanggulangi
1.
Gendon (Lava Kumbang Penggerek Batang
Salak pondoh
Batang
Disemprot dengan pestisida
2.
Tikus (Rattus norvegicus)
Padi
Biji, Batang
- Membongkar dan menutup lubang tempat bersembunyi para tikus dan menangkap tikusnya
- Pengendalin Hayati, yaitu dengan menggunakan musuh alami tikus, yaitu ular
- Menanam tanaman secara bersamaan agar dapat menuai dalam waktu yang sama pula sehingga tidak ada kesempatan bagi tikus untuk mendapatkan makanan setelah tanaman dipanen
- Pengendalian Kimia, yaitu dengan menggunakan rodentisida (pembasmi tikus) atau dengan memasang umpan beracun, yaitu irisan ubi jalar atau singkong yang telah direndam sebelumnya dengan fosforus. Peracunan ini sebaiknya dilakukan sebelum tanaman padi berbunga dan berbiji. Selain itu penggunaan racun harus hati-hati karena juga berbahaya bagi hewan ternak dan manusia.
3.
Ulat kupu-kupu
Kelapa
Daun
- Membuang telur-telur kupu-kupu yang melekat pada bagian bawah daun
- Menggenangi tempat persemaian dengan air dalam jumlah banyak sehingga ulat akan bergerak ke atas sehingga mudah untuk dikumpulkan dan dibasmi.
- Apabila kedua cara diatas tidak berhasil, maka dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida
4.
Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Cabai
Daun
Disemprot dengan insektisida

5.
Ulat buah (Dacus ferrugineus coquillet atau Dacus dorsalis hend)
Apel
Buah


Disemprot dengan insektisida
6.
Hama Penggerek Umbi Kentang (Phthorimaea operculella)
Umbi Kentang
Buah
Dengan bakteri yang disterilkan sebelum digunakan
7.
Hama Pemakan Daun Kubis/hama putih (Plutella xylostella)
Kubis
Daun
- Melakukan pergiliran tanaman selama 3 – 4 bulan. Langkah ini dilakukan dengan cara menanam tanaman yang bukan se-famili dengan kubis – kubisan pada lahan yang akan ditanami kubis. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memutuskan siklus hama.
- Secara biologis dengan menggunakan bakteri Bacillus thuringiensis.
- Secara kimiawi dengan menggunakan insektisida.
- Secara mekanik dengan melakukan penjebakan dengan menggunakan lampu dan cawan berisi air.
8.
Wereng coklat (Nilapervata lungens)
Padi
Batang, bulur-bulir buah
Disemprot insektisida dan membasmi bibit-bibit wereng dengan membakarnya

9.
Wereng hijau (Nephotettix apocalis)
Padi
Kelopak, urat-urat
Menggunakan obat insektisida, rotasi tanaman, pembunuhan hama dan perangkap lampu jebak.
10.
Walang sangit
Padi
Biji
- Menanam secara serentak
- Membersihkan sawah dari segala macam rumput yang tumbuh di sekitar sawah agar tidak menjadi  tempat berkembang biak bagi walang sangit.
- Menangkap walang sangit pada pagi hari menggunakan jala penangkap.
- Penangkapan menggunakan umpan bangkai kodok, ketam sawah, atau dengan alga
- Melakukan pengendalian hayati dengan cara melepaskan musuh alami walang sangit
- Menyemprot insektisida pada saat gabah masak susu pada umur 70-80 hari setelah tanam
11.
Tungau (kutu kecil)
Padi
Daun
Mengumpulkan daun – daun yang terserang hama pada suatu tempat dan dibakar.
12.
Hama Thrips pada cabai / kemreki
Cabai
Daun
Dilakukan secara kimiawi, yaitu dengan melakukan penyemprotan insektisida.
13.
Ulat Spedoptera exigua
Bawang putih
Daun
-Menggenangi lahan sebelum  ditanami, pembersihan lahan dari    gulma                                                      -Pengendalian secara biologis dengan menggunakan bakteri Baccillus thuringiensis                                                   -Pengendalian secara kimiawi dengan melakukan penyemprotan insektisida.
14.
Ulat Helicoverpa armigera
Tomat
Buah
-Melakukan rotasi tanaman dengan tanaman terhadap hama tersebut
- Secara biologis dengan menggunakan musuh alaminya yaitu Microptilis manilae untuk kepompong dan ulat, Diadegma argentiopilosa untuk ulat, atau Trichogramma nana untuk telurnya.
15.
Ulat Etiella zinckenella
Polong buncis
Polong/biji
Membuang tanaman orok – orok disekitar tanaman buncis tersebut atau dengan meakukan penyemprotan insektisida
16.
Hama Penggerek buah mangga
Mangga
Buah
Menyemprotkan insektisida pada buah mangga yang masih muda atau dengan membungkus buah muda satu persatu sebelum kupu – kupu Noorda albizonalia dan Philotroctis eutraphera sempat bertelur pada buah mangga tersebut.
17.
Tupai (Callosciurus notatus )
Kelapa, Kakao
Buah yang hampir masak
Penjagaan di kebun, dan memasang perangkap
18.
Kepik hijau        ( Nezara viridula. L) / Lembing hijau
Padi
Biji
Disemprot insektisida sesuai aturan
19.
Kumbang cula / kumbang penjepit / kumbang catut / kumbang kakatua
( xylotrupes Gideon . L)
Kelapa, Flamboyan, akasia, jeruk
Daun, bunga
- Membersihkan sampah-sampah disekitar pertanaman
- Penyemprotan insektisida sistemik
- Penaburan insektisida butiran ; dan
- Pelepasan parasit
20.
Hama Ganjur (Pachydiplosis oryzae)
Padi
Daun
-Mengatur pengairan jangan sampai padi terendam dan disinari dengan lampu petromak
-Disemprot insektisda dengan dosis yang tepat dan secara teratur
21.
Hama Sundep (Scirpophaga innotata
Padi muda
Daun
- Menghancurkan dan memberantas telur sebelum menetas
- Disemprot dengan obat pestisida
22.
Penyakit Antraknosa
Cabai
Buah

23.
Penyakit garis kuning
Kelapa
Daun

24.
Penyakit batang dry basal rot
Kelapa
Buah



25.
Penyakit busuk tandan (bunch rot)
Kelapa sawit
Buah
Melakukan penyerbukan buatan dan sanitasi kebun terutama pada musim hujan
26.
Penyakit Akar Putih
Karet
Akar

27.
Penyakit Hawar Daun Kentang
Kentang
Daun
Menanam kentang yang tahan penyakit, menggunakan bibit kentang yang sehat, dan melakukan penyemprotan dengan fungisida.
28.
Penyakit embun tepung
Biji-bijian
Biji yang berkecam-bah
pemberian fungsida pada tanaman yang terserang jamur.
29.
Penyakit Bercak Daun

Tanaman yang masih muda
Daun
Memusnahkan bagian tanaman yang terserang. Untuk mencegah serangan di pembibitan biasanya dilakukan penyemprotan dengan larutan fungisida
30.
Penyakit Busuk
Bawang merah
Daun
Menggunakan benih yang sehat atau bebas dari penyakit, membakar daun – daun sisa panen, dan menyemprotkan fungisida
31.
Penyakit bercak ungu
Bawang putih
Daun
Menanam bawang putih pada lahan yang mempunyai saluran air baik, melakukan rotasi tanaman, dan melakukan penyemprotan fungisida
32.
Penyakit layu
Tanaman nilam, cabai
Daun
Mengurangi populasi bakteri dalam tanah dengan cara menutup tanah dengan plastic transparan selama satu bulan, melakukan rotasi tanaman, pengaturan perairan, dan secara kimia dengan menggunakan bakterisida serta sterilisasi tanah
33.
Penyakit busuk (Pseudomonas Cattlyeyas)
Anggrek
Akar
Anggrek yang akarnya membusuk harus segera dibuang atau dibakar agar tidak menyebar ke anggrek yang lain
34.
Hama Nematoda
Kelapa
Daun
Meracuni pohon yang terserang dengan natrium arsenit dan setelah mati / kering segera dibongkar untuk menghilangkan sumber infeksi
35.
CVPD (Citrus Vein Plhoem Degeneration)
Jeruk
Batang, daun, dan buah
Dengan terramycin, yang merupakan sejenis antibiotik.

36.
Penyakit Akar Gada kubis
Kubis
Akar, daun
-Mencegah masuknya jamur penyebab penyakit ke lahan – lahan yang bebas dari serangan jamur, pembibitan dilahan bebas pathogen, dan pengapuran                            -Pengapuran dilakukan jika pada lahan tersebut tidak akan ditanami kentang.


37.
TMV (Tobacco Mozaik Virus)
Tembakau
Permukaan atas daun tembakau

38.
Tungro (penyebab penyakit kerdil pada padi)
Padi
Daun
Menyemprotkan pestisida pada tanaman karena penyakit ini berawal dari serangan hama wereng hijau dan coklat
39.
Penyakit virus belang
Kacang tanah
Daun

40.
Penyakit bercak/ TYMV (Turnip Yellow Mozaik Virus)
Lobak
Buah

41.
Cendawan Corticium salmonicolor
Salak Pondoh
Buah

42.
Jamur Ustilago Maydis
Jagung



       D. Pertanyan /Analisa Data :
     1.    a. Sebutkan 5 macam nama hama dan tanaman yang diserang!
Ø  Kera menyerang buah-buahan dan sayur-sayuran.
Ø  Gendon (lava kumbang penggerek batang) menyerang
Salak Pondoh.
Ø  Ulat kupu-kupu menyerang kelapa.
Ø  Burung Pipit menyerang padi.
Ø  Babi hutan menyerang umbi-umbian.
b. Sebutkan 5 macam nama penyakit dan tanaman yang diserang!
Ø  Cendawan Corticium salmonicolor menyerang Salak
Pondoh.
Ø  Tungro (penyakit penyebab padi menjadi kerdil) menyerang padi.
Ø  TMV (Tobacco Mozaik Virus) menyerang tembakau.
Ø  Jamur Ustilago Maydis menyerang jagung.
Ø  Phytoptora Infestans menyerang kentang.
                 2. Jelaskan perbedaan hama dengan penyakit tumbuhan!
Hama
Penyakit
Hama adalah  perusak tanaman pada akar, batang, daun atau bagian tanaman lainnya sehingga tanaman  tidak dapat tumbuh dengan sempurna atau mati
Penyakit adalah sesuatu yang menyebabkan gangguan pada tanaman sehingga tanaman tidak bereproduksi atau mati secara perlahan-lahan

Ciri-ciri :
a)Hama dapat dilihat oleh mata telanjang
b)Umumnya dari golongan hewan (tikus, burung, serangga, ulat dan sebagainya)
c)Hama cenderung merusak bagian  tanaman tertentu sehingga tanaman menjadi mati atau tanaman tetap hidup tetapi tidak banyak memberikan hasil.
d)Serangga hama biasanya lebih mudah diatasi karena hama tampak oleh mata atau dapat dilihat secara langsung.

Ciri-ciri :
a)Penyebab penyakit sukar dilihat oleh mata telanjang
b)Penyebab penyakit antara lain mikroorganisme (virus, bakteri, jamur atau cendawan) dan kekurangan zat tertentu dalam tanah
c)Serangan penyakit umumnya tidak langsung sehingga tanaman mati secara perlahan–lahan
                     

                




   





     3. Jelaskan yang dimaksud dengan :
                        a. Pemberantasan hama / penyakit secara biologi!
    Pemberantasan secara biologi adalah pemberantasan
    menggunakan organisme lain sebagai musuhnya (hewan yang
    bersifat predator), contoh: Tikus diberantas dengan ular sawah.
b. Pemberantasan hama / penyakit dengan pestisida!
Pemberantasan dengan cara menyemprotkan tanaman yang di serang hama / penyakit dengan pestisida agar tidak di serang kembali.
            c. Pemberantasan hama / penyakit secara radio aktif!
                Pemberantasan secara radio aktif  adalah pemberantasan dengan
                sinar radio aktif dengan cara memandulkan hama jantan
                sehingga populasi hama dapat dikurangi secara bertahap.
                 



4.  a. Sebutkan contoh pemberantasan hama dan penyakit secara
         biologi!
Ø  Membasmi tikus sawah dengan ular sawah.
Ø  Membasmi ulat denga burung pemangsanya.
Ø  Membasmi burung pipit dengan burung elang.
Ø  Membasmi kutu loncat dengan semut rangrang.
                 b. Sebutkan jenis-jenis pestisida dan fungsinya!
Ø  Fungisida: untuk membasmi jamur.
Ø  Molisida  : untuk membasmi moluksa (hewan bertubuh                            lunak, contoh: siput)
Ø  Bakterisida  : untuk membasmi bakteri.
Ø  Rodentisida : untuk membasmi hewan pengerat (contoh:
                       tikus).                                               
Ø  Insektisida   : untuk membasmi serangga (contoh: ulat).
Ø  Algasida         : untuk membasmi ganggang.
Ø  Herbisida        : untuk membasmi tumbuhan / rumput liar /
       gulma.
Ø  Nematisida  : untuk membasmi cacing.
     c. Sebutkan contoh pemberantasan hama dan penyakit secara radio
         aktif!
Ø  Memandulkan tikus jantan.
Ø  Memandulkan wereng jantan.
Ø  Memandulkan kupu-kupu jantan.
5.  Dari jenis-jenispemberantasan hama dan penyakit di atas, pilih yang berwawasan
                  lingkungan dan beri penjelasan!                            
Pemberantasan hama dan penyakit pada tumbuhan yang berwawasan lingkungan adalah pemberantasan secara radio akif karena cara ini lebih aman bagi lingkungan, sebab hama tidak dimatikan melainkan dengan memandulkan hama jantan dengan sinar radio aktif, sehingga populasi hama dapat berkurang secara bertahap tanpa mengganggu keseimbangan alam.